Loading
Play
Extreme Radio Show
Extreme Radio Show

EXTREME DECADE OF MOSHPIT PART 2 : BLASTING THE WORLD!

Author by Extreme Moshpit

Kimun666 & Indra Buana

Bandung Blasting 2015 merupakan rangkaian tur dua band Indonesia, Jasad dan Burgerkill. Jasad tampil di Obscene Extreme Metal Fest, Cekoslovakia tanggal 7 Juli 2015, dilanjut oleh penampilan Burgerkill di Wacken Festival, tanggal 31 Juli 2015, di Jerman. Kedua band ini kemudian bertemu di panggung Bloodstock Festival, tanggal 8 Agustus 2015, Inggris. Bandung Blasting dikelola oleh The Metal Rebel yang dimotori John Resborn dari Swedia, dan juga dibantu oleh Dom Lawson dari Metal Hammer.

Dalam Extreme Moshpit episode 6, tanggal 4 September 2015 yang menghadirkan Viki Mono dan Man Jasad, ditegaskan bahwa sejak awal digagasnya Bandung Blasting memang berniatkan satu tujuan yaitu menyuarakan Indonesia. Bandung Blasting juga dapat dikatakan sebagai realisasi dari mimpi orang-orang yang sejak dahulu mengidamkan karya-karya musik bawah tanah Indonesia dapat diketahui oleh masyarakat global. Komitmen untuk merawat pencapaian ini secara layak harus berbanding lurus dengan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, dan percaya diri bahwa sesungguhnya kualitas dari para musisi Indonesia mungkin tidak kalah dengan musisi dari negara lainnya. Inilah paradigma baru bagi industri dan komunitas musik ekstrim dalam melakukan pergerakan yang selanjutnya. Beriringan dengan Bandung Blasting dan berbagai wacana serta dnamika yang menyeruak, Extreme Moshpit juga berperan besar dalam wacana pembangunan jejaring trias akademika – pemerintah – dan kongsi dagang dalam membangun bersama ranah musik independen. Wacana ini menyeruak seiring dengan partisipasi Kimung dan Felencia Hutabarat di podium Aalto University School of Economic and Business, Helsinki, Finlandia, sebagai pembicara di Modern Heavy Metal Conference 2015.

Selanjutnya dalam episode 10, 29 Oktober 2015 yang menghadirkan Kimung dan Bebi sebagai pembicara Extreme Moshpit menegaskan bahwa sejak 1990-an gairah penelitian mengenai pergerakan metal sangatlah kencang. Banyak karya-karya ilmiah mengenai musik metal dan budaya turunannya yang dirilis oleh para peneliti musik metal khususnya di Eropa dan Amerika. Karya-karya ini juga beriringan dengan lahirnya berbagai asosiasi para peneliti internasional yang saling berjejaring melakukan publikasi penelitian mengenai musik metal baru di seluruh dunia. Melalui aktivitas konferensi internasional, tak hanya infrastruktur industri musik yang harus dibangun, namun juga infrastruktur pemikiran, ideologi, termasuk jejaring intelektual tingkat universitas harus sudah mulai dibimbing agar terbuka kepada kemajuan ranah musik metal Indonesia dan posisinya di dunia, sehingga secara strategis bisa menempatkan diri sebaik-baiknya di tengah percaturan ranah musik metal dunia.

Kompleksitas ini menegaskan wacana kolaborasi yang kuat antar berbagai kelompok masyarakat, aparat pemerintah, dan industri musik dalam menyediakan sarana yang layak bagi musik ekstrim berkaitan dengan pergelaran musik metal, studio latihan yang bagus, studio rekaman, bantuan  bagi sekolah-sekolah musik, dukungan kepada riset-riset mengenai musik metal, pembangunan jejaring akademik tingkat universitas, bantuan pada usaha kecil menengah yang selama ini secara mandiri digarap dan menempatkan Indonesia sebagai negara yang penting dalam percaturan industri musik metal dunia.  

Antara tahun 2017 hingga 2019, Extreme Moshpit juga mengambil peran yang penting dalam pengembangan pergerakan Indonesia International Metal dalam program Wacken Metal Battle Indonesia. Program ini merupakan ajang kompetisi untuk mencari satu band metal yang siap untuk mewakili Indonesia di ajang Wacken Metal Battle, program di Wacken Open Air, Jerman.

Dalam episode 29, tanggal 4 Mei 2019 Extreme Moshpit mereview pergerakan penetrasi musik metal Indonesia ke ranah indutri musik metal internasional. Berkaitan dengan Wacken Metal Battle Indonesia (WMBI) Extreme Moshpit menegaskan bahwa yang paling penting dari WMBI bukanlah mengenai siapa juaranya atau siapa yang lebih baik, tetapi bagaimana sikap dari para musisi untuk membuka pintu gerbang menuju kancah dunia, karena bagaimana pun WMBI merupakan salah satu media yang nantinya dapat memfasilitasi para musisi metal untuk melakukan penetrasi Internasional. Kerja sama yang baik dengan pihak Wacken Open Air juga sangat ditekankan untuk terus dikelola dalam rangka melakukan invasi internasional.

Akhirnya, Extreme Moshpit mendapat justifikasi yang lebih kuat sebagai media metal yang menjadi representasi Indonesia melalui program Bandung Metal Affair 2019. Bandung Metal Affair adalah pertemuan tahunan antar unsur pemangku kepentingan ranah musik metal internasional yang digelar di Bandung. Bandung Metal Affair 2019 diinisiasi oleh Homeless Crew Ujungberung Rebels di bawah koordinasi Atap Class didukung oleh British Council serta difasilitasi oleh Museum Kota Bandung. Program ini meliputi aktivitas seminar, pembangunan jejaring jurnalisme musik, pameran, pemutaran film, community gathering, Bandung Metal Trip, dan berbagai rangkaian acara lain yang mendukung penciptaan kondisi pengembangan jejaring musik metal Indonesia di ranah internasional untuk mengimbangi agresivitas penetrasi internasional ke Indonesia. Dalam seminar mengenai jurnalisme musik internasional Bandung Metal Affair 2019 bertema “Media & Agency Network” yang menghadirkan Dom Lawson (Metal Hammer, Inggris), Luuk Van Gestel (Doomstar Booking Agent, Belanda), Kimung (Atap Class, Indonesia), Samack (Solid Rock, Malang), dan Dina Delyana (Bandung), ditegaskan bahwa Extreme Moshpit harus terus aktif mengambil peran penting dalam penetrasi internasional terutama dalam menyampaikan berbagai informasi yang layak mengenai metal Indonesia di kancah industri metal internasional, serta membangun jejaring kerja sama di ranah-ranah lain selain media.

Extreme Moshpit episode 30, tanggal 13 Juli 2019 dengan tema “Menuju Panggung Dunia” yang menghadirkan Dom Lawson, Luuk Van Gestel, dan Addy Gembel ditegaskan bahwa WMBI menjawab kegelisahan komunitas metal Indonesia yang sebenarnya memiliki kapasitas untuk menembus pasar Internasional musik metal namun terkendala satu dan lain hal. Indonesia sudah memiliki mayoritas sumber daya yang diperlukan untuk menginvasi musik internasional, namun kendala minor yang sekaligus merupakan hal terpenting seperti koneksi dan modal masih menjadi tembok yang tidak semua band dapat melangkahi-nya. Maka dari itu WMBI sebenarnya menjadi ajang terbaik untuk menunjukkan keberanian dan kesungguhan niat tersebut. Luuk van gestel dan Dom Lawson juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak bakat yang luar biasa, bahkan mereka mengakui bahwa antusias fans musik extreme di Indonesia bisa dikatakan lebih banyak dari pada di negara mereka. Satu hal yang perlu ditingkatkan adalah sarana penunjang dari gerakan musik metal Indonesia, salah satunya adalah media yang menampung karya-karya musik ekstrim lokal yang proper dengan demikian dapat memudahkan dunia internasional untuk mengetahui karya-karya mereka yang mungkin dikemudian hari akan dikurasi dan bisa di undang untuk bermain di luar negeri. Extreme Moshpit dalam hal ini harus sangat aktif mengambil peran itu.

***

Semua gejolak dan dinamika ini perlahan semakin mengukuhkan posisi Extreme Moshpit di dalam percaturan musik Indonesia. Tahun 2019 Extreme Moshpit memutuskan untuk membangun sendiri berbagai pola pergerakannya baik dalam mengelola aset sejarah 30 tahun ranah musik ekstrim Bandung dan Indonesia, mau pun membangun kerja sama yang seimbang dengan berbagai partner di luar ranah musik independen. Managemen Extreme Moshpit membangun studio media radio dan televisi sendiri dan membuka voluntir yang memiliki hasrat dalam berbagi informasi musik serta terus membangun jejaring musik.

Berbagai program lahir secara partisipatoris. Program televisi Extreme Moshpit tahun 2020 terdiri dari 8 program yakni Extreme Moshpit Talkshow, Extreme Moshpit Live, Extreme Moshpit Roots, Extreme Moshpit Corner, Extreme Moshpit Cuts, Extreme Moshpit Trip, Extreme Moshpit Special Edition, dan Extreme Moshpit Gear. Sementara siaran radio Extreme Moshpit mencakup 15 program yakni Roots Bloody Roots, Monday Voltage, Necrolust, Ruang Raung, Combat Core, Morbid Zone, Skill Is Dead, Extreme Moshpit Live, Rebel Yell, Grind Your Mind, Extreme Moshpit Show, Sound of Confusion, Global Grid, Lesson in Violence, dan Generation Riot.

Tak hanya menampilkan kekayaan hasrat musik yang mencakup seluruh genre, Extreme Moshpit juga menampilkan wajah jejaring ruang sosial sejarah musik Bandung dari berbagai ranah pergerakan : dari ranah musik rock, punk, hardcore, grindcore, heavy metal, thrash metal, death metal, black metal, hingga menampilkan akar musik lokal Indonesia yang merupakan representasi komitmen Extreme Moshpit dalam membangun wajah musik Indonesia secara utuh.

Akhir 2019, Extreme Moshpit mulai menggelar rangkaian program Extreme Moshpit Festival yang di dalamnya termaktub program Extreme Moshpit Stage dan Extreme Moshpit Award. Dua program ini merupakan sebuah upaya nyata Extreme Moshpit dalam semakin memperkuat akar pergerakan musik Indonesia dan mempersiapkan kekuatan ini untuk bertempur di ranah metal global dalam atmosfer ang semakin mengasyikkan!

@kimun666 adalah sejarawan dan musisi

@infoindra666uana adalah sejarawan dan jurnalis

Related Post